Dijadikan Anies Nama Jalan di Jakarta, Siapa Syeikh Nawawi Al Bantani?

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin
Syeikh Nawawi
Imam Besar Masjidil Haram asal Banten,Syekh Nawawi al-Bantani /Foto: Istimewa/goodnewsfromindonesia.org

Pengurus Besar Nahdlatul Ulama bersama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menggelar acara peresmian nama jalan Cakung-Cilincing Raya dengan nama jalan Syeikh Nawawi Al-Bantani. Dimana, jalan tersebut merupakan jalan yang menghubungkan dua wilayah kota administrasi Jakarta Utara dan kota administrasi Jakarta Timur terhitung mula dari Pos Polisi Tanah Merdeka di Jakarta Utara membentang hingga Jalan Raya Bekasi, Jakarta Timur.

Acara yang berlangsung di The Sultan Hotel dan Residence, Gelora, Tanah Abang, Jakarta Pusat tersebut berlangsung meriah dengan dilakukannya peresmian secara simbolis pada tombol virtual di layar LED secara serentak oleh Rais ‘Aam PBNU KH Miftachul Akhyar, Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Agung Firman Sampurna, Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan, Katib ‘Aam PBNU KH A Said Asrori, serta Wakil Ketua Umum PBNU KH Zulfa Mustofa, Selasa (8/2/2022).

Dalam sambutannya yang dilakukan secara virtual Wakli Presiden RI KH Ma’ruf Amin mengungkapkan bahwa Syeikh Nawawi Al Bantani merupakan ulama yang telah mengharumkan nama Indonesia di ranah internasional. Bahkan kiprahnya di bidang ilmu pengetahuan mendapat pengakuan dari dunia.

Sementara, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengungkapkan bahwa peresmian nama Syeikh Nawawi sebagai nama jalan ini diharapkan bisa memotivasi umat Islam di Indonesia yang harus ikut mewarnai umat Islam dunia. Hal ini menunjukkan bahwa saat ini adalah saat yang tepat bagi karya-karya umat Islam melebarkan sayapnya di kancah internasional.

“Itu sesuai dengan pesan Syeikh Nawawi Al Bantani, dimana ini merupakan pembuka babak baru yang diharapkan bisa disaksikan deretan-deretan berikutnya karena karya pemikiran lintas zaman yang saat ini sangat dibutuhkan,” ungkap Anies dilansir dari YouTube channel AlBaqoroh Husada.

Sebelumnya, Orang nomor 1 ini juga telah meresmikan beberapa nama tokoh Islam menjadi nama jalan di DKI Jakarta. Salah satunya seperti Laksamana Malahayati, dan Sekda Saefullah.

Penggunaan nama tokoh Islam yang ditujukan untuk nama jalan ini diharapkan bisa menjadi momentum untuk memperkuat persatuan masyarakat dengan pemerintah, meneladani kisah inspiratifnya serta memberikan manuskrip-manuskrip baru sebagai salah faktor untuk membawa Indonesia ke arah kemajuan.

Siapakah Syeikh Nawawi Al Bantani?

Syeikh Muhammad Nawawi al Jawi al Bantani atau biasa dikenal dengan Syeikh Nawawi al Bantani merupakan ulama yang lahir di kota Serang pada tahun 1813 M. Ulama besar yang memiliki gelar al-Bantani ini adalah seorang ulama dari Indonesia yang pernah menjadi Imam di Masjidil Haram. Diketahui, gelar al-Bantani yang melekat pada namanya tersebut dikarenakan latar belakang beliau yang berasal dari Banten.

Syeikh Nawawi al Bantani tak lain juga sorang ulama intelektual yang sangat rajin menulis bermacam-macam kitab. Jumlah karyanya pun bahkan tidak kurang dari 115 kitab, kitab-kitab tersebut meliputi beberapa bidang seperti ilmu fiqih, tauhid, tasawuf, tafsir, dan hadist.

Bahkan, Syeikh Nawawi al Bantani memiliki beberapa julukan karena kemasyhurannya itu. Julukan yang beliau dapatkan seperti Sayyid Ulama al-Hijaz (Pemimpin Ulama Hijaz), al-Imam al-Muhaqqiq wa al-Fahhamah al-Mudaqqiq (Imam yang mumpuni ilmunya), A’yan Ulama al-Qarn al-Ram Asyar li al-Hijrah (Tokoh Ulama Abad 14 Hijriyah), Imam Ulama al-Haramain (Imam ‘Ulama dua kota suci) serta gelar Bapak Kitab Kuning Indonesia yang disematkan oleh para Ulama Indonesia.

Sejak kecil, Syeikh Nawawi mulai belajar tentang ilmu agama Islam langsung dari ayahnya Syeikh Umar bin Arabi Al Bantani yang merupakan seorang ulama lokal di Banten. Bersama saudara-saudara kandungnya, Syeikh Nawawi mempelajari tentang pengetahuan dasar Bahasa Arab, fiqih, tauhid, Al Quran, dan tafsir.

Baru saat Syeikh Nawawi menginjak usia 15 tahun, beliau sudah mempunyai banyak murid dan akhirnya memutuskan untuk menunaikan haji dan berguru kepada ulama masyhur di Mekah kala itu.

Awalnya, Syeikh Nawawi hanya mengajar puluhan murid didepan rumah yang terletak di Syi’in ‘Ali, Mekkah. Namun, lama-kelamaan murid yang berdatangan semakin banyak bahkan dari berbagai penjuru dunia.

Nama Syeikh Nawawi semakin masyhur saat beliau ditunjuk sebagai Imam Masjidil Haram untuk menggantikan Syaikh Achmad Khotib Al-Syambasi atau biasa dikenal dengan Syeikh Ahmad Khatib Al Minangkabawi. Kiprah Syeikh Nawawi semakin bersinar tidak hanya di Mekah tetapi juga di neger Suriah, Mesir, Turki hingga Hindustan.

Pemikiran Penting Syeikh Nawawi

Ulama besar Syeikh Nawawi memiki peran penting di tengah ulama al-Jawwi. Kehadirannya begitu menginspirasi komunitas al-Jawwi, tidak hanya agar lebih aktif melibatkan diri dalam bidang studi Islam tetapi juga memberikan sumbangsih dalam memberikan pendidikan kepada beberapa ulama pesantren.

Syeikh Nawawi yang selalu berorientasi mengikuti perkembangan dan perjuangan dari para murid dengan menyumbangkan pemikirannya untuk kemajuan peradaban masyarakat Indonesia itu mempunyai harapan agar masyarakat Indonesia harus dibebaskan dari belenggu kolonialisme dan mencapai kemerdekaan. Karena dengan begitu, ajaran-ajaran Islam akan mudah masuk dan diterima di Nusantara.

Sementara itu, salah satu Ulama asal Mesir Syeikh ‘Umar ‘Abdul Jabbar juga mengakui bahwa Syekh Nawawi merupakan Ulama yang sangat produktif dalam menulis. Bahkan ada yang mengatakan bahwa salah satu karya tafsirnya, al-Munir yang sangat monumental itu lebih baik dari Tafsir al-Jalalain.

Dari beberapa karya yang dihasilkan oleh Syeikh Nawawi, bidang Fikih atau ilmu Islam merupakan bidang ilmu yang paling menonjol diantara yang lain. Bidang ilmu tersebut hingga kini masih dikaji di beberapa pesantren. Uraian bahasa yang digunakan mudah dipahami dan sesuai dengan mazhab yang dianut mayoritas umat Islam Indonesia.

Selain itu, survivalitasnya karya-karya Syeikh Nawawi mengandung unsur atau watak tradisional yang juga sesuai dengan watak umat Islam di Indonesia.

Kini, keputusan menjadikan nama Syeikh Nawawi menjadi nama sebuah jalan merupakan keputusaan yang sangat tepat mengingat Syeikh Nawawi seorang sosok yang inspiratif telah memberikan banyak manfaat besar bagi banyak orang. Bukan hanya bagi masyarakat Indonesia tetpai juga dunia. Pemberian nama jalan tersebut juga merupakan bentuk penghormatan kepada Syekh Nawawi Al Bantani atas jasa dan semua kontirbusinya dalam perkembangan ilmu pengetahuan bagi nusa dan bangsa.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

IKUTI KAMI

%d blogger menyukai ini: