Lahir Rabu Kliwon, Anies Baswedan Masuk Circle Weton Presiden

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin
weton jodoh
Naskah Kalender Jawa. /Foto: Wikimedia Commons

SANTRI KERTONYONO – Perhitungan weton masih menjadi hal penting dalam kehidupan masyarakat Jawa. Banyak yang menyakini weton terkait erat dengan perjalanan hidup seseorang.

Apa wetonmu? Dalam konteks hubungan, pertanyaan itu lazim muncul saat seseorang hendak menjalani keseriusan. Misalnya terkait rencana menuju jenjang pelaminan, status weton akan diperjelas.

Weton yang perhitunganya kurang tepat diyakini akan berdampak pada kelangsungan bahtera rumah tangga. Karenanya harus dihitung sungguh-sungguh. Kendati demikian, bagi weton yang dianggap kurang cocok selalu ada solusinya.

Weton juga seringkali menjadi bahan pertimbangan seseorang yang hendak melakukan perjalanan jauh. Ada kepercayaan bahwa hari di sekitar weton kelahiran berdekatan dengan hari naas.

Di Jawa, soal hari sial itu berkait erat dengan istilah nogo dino atau naga hari. Misalnya, naga hari pada Jumat berada di sebelah timur. Pada hari Jumat disarankan untuk tidak melakukan perjalanan ke arah timur.

Hati-hati, tidak usah terburu-buru, besok itu hari wetonmu,” demikian peringatan yang sering terucap.

Kelahiran, rejeki, jodoh, hari baik, hari naas, karir hidup bahkan kematian seseorang, diyakini tak terlepas dari pengaruh weton. Untuk itu di Jawa berlaku juga laku tirakat untuk weton kelahiran.

Dalam Islam, laku tirakat umum disebut riyadhoh. Misalnya menjalankan puasa di setiap weton kelahiran atau slametan tepat di hari weton kelahiran. Tirakat dipercaya mampu menjauhkan seseorang dari hal-hal buruk. Kemudian juga memudahkan menggapai cita-cita yang diidamkan.

Karena kita hidup di tanah Jawa maka perlu memakainya,” demikian alasan pragmatisnya.

Weton dimengerti sebagai patokan untuk membaca watak, tindak tanduk, prilaku sekaligus prediksi masa depan seseorang. Misalnya Kliwon yang diyakini sebagai weton para pemimpin.

Berbagai sumber menyebut, sejumlah presiden di Indonesia lahir pada weton Kliwon. Yang pertama Presiden ke-2 RI Soeharto. Pak Harto yang lahir pada 8 Juni 1921 di Kemusuk, Bantul Yogyakarta, diketahui terlahir pada weton Rabu Kliwon.

anies baswedan
ki manteb sudarsono [kanan] memberikan kerisnya kepada Anis Baswedan [kiri] /Foto: facebook-anies baswedan
Kemudian Presiden RI ke-5 Megawati Soekarno Putri, juga di bawah pengaruh weton Kliwon. Megawati lahir pada tanggal 23 Januari 1947 di Yogyakarta. Dalam perhitungan Jawa, weton Mega adalah Kamis Kliwon.

Selain Soeharto dan Megawati, Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga di bawah naungan Kliwon. SBY yang lahir 9 September 1949 di Pacitan, Jawa Timur, diketahui memiliki weton Jumat Kliwon.

Menariknya, Rabu Kliwon juga menjadi weton mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Anies Baswedan belum lama ini ditetapkan oleh Partai Nasdem sebagai calon presiden 2024. Anies lahir pada 7 Mei 1969 di Kuningan, Jawa Barat.

Primbon Wejangan Wali Sembilan menyebut Rabu atau Arba’a atau Dibari atau Budha memiliki perhitungan angka 7. Rabu berarti sembada atau sembodo, yakni serba lengkap, serba cukup, patut, layak dan kuat.

Seseorang yang lahir pada hari Rabu, tidak sulit menyesuaikan dengan pekerjaan apapun. Ia juga seringkali mampu menuntaskannya secara maksimal. “Pantas dengan sembarang pekerjaan”.

Sementara Kliwon diketahui memiliki perhitungan 8. Kalau Legi memiliki warna petakan atau putih, Pahing adalah abritan atau merah, Pon adalah jeneyan atau kuning, dan Wage adalah cemengan atau hitam, Kliwon memiliki warna mancawarna atau aneka warna atau pelangi.

Mungkin karena diperlambangkan pelangi itu, seseorang yang lahir pada weton Kliwon biasanya memiliki kemampuan berbicara lebih atau berkomunikasi di atas rata-rata atau ahli retorika. “Cekatan menggubah Bahasa,” demikian dijelaskan.         

Sosok Anies Baswedan memperlihatkan semua yang menjadi ciri weton Rabu Kliwon. Sementara dalam perhitungan Wuku atau hari Pakuwon, Anies Baswedan berada dalam Mangsa Desta.

Mangsa Desta memiliki candra: Sotya Sinar wadi yang artinya permata hati. Seseorang yang terlahir Mangsa Desta memiliki tindak- tanduk kalem, sistematis, paktis dan selalu memiliki kiat sendiri. Setiap pekerjaan bisa dirampungkannya dengan santai.

Dalam Horoskop Jawa, Misteri Pranata Mangsa (1995) disebutkan bahwa mereka yang lahir pada Mangsa Desta memiliki sifat penuh pengertian sekaligus gemar menolong.

Orang Desta selalu tenang, teliti, serta tekun dalam menghadapi segala macam kasus walau bagaimana pun rumitnya. “Sehingga banyak masalah rumit dapat dia pecahkan. Orang Desta tidak mementingkan kuantitas tetapi kualitas”.     

Ketua Pepadi (Persatuan Pedalangan Indonesia) Magetan Jawa Timur Ki Muslimin Ari Wibowo menyebut Anies Baswedan memiliki perwatakan seperti Puntadewa yang sabar, pintar, tabah, baik hati dan sekaligus pemaaf.

“Pak Anies (Anies Baswedan) memiliki watak lembah manah. Kalau di pewayangan seperti Puntadewa, sulung dari Pandawa,” ujarnya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

SERING DIBACA

IKUTI KAMI

%d blogger menyukai ini: