Ragu Menikah? Ini Enam Kenikmatannya Versi Ustaz Fahrudin Faiz

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin
Pernikahan dengan adat jawa di Ngaringan, Jawa Tengah, Indonesia /Foto: instagram.com/hai.diphee____

Memutuskan untuk menikah adalah sebuah fase yang sulit dalam setiap kehiduapan para lelaki atau perempuan di seluruh pelosok dunia. Namun, keraguan itu terkadang malah menjadi beban dan membuat mereka anak muda memilih tak menikah hingga pergi menghadap ke pangkuan Illahi.

Menikah memang bukan sebuah perkara kecil bagi sejumlah orang. Tapi, sebagai muslim yang taat dan sudah memiliki pasangan, sebaiknya percaya kalau jodoh yang diberikan oleh Allah SWT adalah yang terbaik bagi setiap hambanya, sehingga tak perlu ragu untuk membangun mahligai rumah tangga.

Dikutip dari akun YouTube Glondong Channel, Ustaz Fahrudin Faiz menjelaskan bahwa pernikahan itu bisa dipastikan akan membawa kenikmatan kepada setiap orang bila mereka selalu bersyukur atas kenikmatan yang diberikan oleh Sang Khalik.

Menurut dia, setidaknya ketika seseorang menikah, secara psikologis memberikan enam manfaat bagi manusia untuk hidup ke arah yang lebih baik.

Ia menjelaskan, kenikmatan pertama itu adalah bisa dipastikan orang yang menikah kehidupannya mempunyai tujuan bersama pasangan hidupnya untuk mencapai kesuksesan di dunia dan akhirat.

“Mungkin kamu punya kerjaan tapi uangnya kamu habis habiskan entah buat apa. Nanti kalau sudah menikah biasanya sudah ada arahnya, jadi itu namanya sense of purpose.”

“Bagi yang merasa hidupnya hampa sendirian tanpa teman menikahlah nanti ada arahnya. Kalau sebelum nikah kamu sendirian bengong bingung mau ngapain, tapi kalau punya pasangan ngapainnya banyak,” kata Ustaz Fahrudin.

Kemudian, dampak positif yang kedua adalah setiap insan setelah menikah akan memacu dirinya untuk bekerja lebih keras agar bisa membahagiakan suami atau istrinya.

“Kemarin kamu kerja santai sesuka-sukamu saja. Ya, berhubung sudah punya istri punya keluarga, biasanya terdorong untuk bekerja keras. Yang perempuan juga begitu tidak bisa masak, masak ya seadanya saja, paling indomie sama air putih.

“Tapi begitu masak punya suami punya keluarga terus berlatih ini, untuk menyiapkan makanan masak macam-macam dalam banyak hal mungkin membantu suami bekerja,” ujarnya.

Selanjutnya, manfaat yang ketiga adalah mendapatkan kebahagiaan di dalam setiap momentum hidupnya. Namun, biasanya hal ini tak dapat dirasakan bila seseorang tidak pernah bersyukur atas nikmat yang diberikan oleh sang pencipta.

“Hanya kadang orang itu yang diingat dan yang menggelisahkan selalu momen sumpek dan sedihnya, dan masalah-masalahnya banyak,” jelasnya.

“Orang kamu diterima menikah senangnya luar biasa, belum malam pertama, apalagi malam kedua, ketiga terus sudah semakin banyak malam, semakin seneng harusnya,” katanya.

Ia menjelaskan, kenikmatan yang keempat, yaitu ketika seorang muslim atau muslimah sedang mendapatkan ujian dari Allah. Mereka yang menikah dipastikan tak akan kebingungan untuk mencari teman cerita.

“Kalau berdua banyak akan saling support, orang yang sudah menikah dapat support terus menerus dari pasanganya gratis. Saling mendukung itu,” ujarnya.

Selain itu, kenikmatan lainnya adalah melatih seseorang untuk menghilangkan sifat egoisnya. Apabila, saat pacaran atau masih dalam tahap perkenalan masih belum bisa menerima setiap kekurangan para pasangannya, maka ketika menikah sifat negatif itu akan hilang dengan sendirinya.

“Tidak ingin menang sendiri adalah yang paling efektif saat menikah. Pacaran masih belum pacaran mungkin karena merasa elum resmi belum sah, kadang kadang orang masih egois tapi begitu kamu menikah, mau tidak mau harus kerja sama tidak bisa sendiri-sendiri,” demikian penjelasan Ustaz Fauhrudin Faiz.

“Jadi dengan menikah otomatis kamu tidak perlu diperintah ayo ngalah sama pasangan, tidak perlu begitu, otomatis kalau tidak begitu tidak bisa hidup bersama,” katanya.

Manfaat terakhir dan yang harus menjadi pertimbangan secara matang oleh setiap hamba Allah adalah diberikannya nikmat panjang umur, bila dibandingkan dengan seseorang yang memutuskan dalam hidupnya tak menikah.

“Dan yang terakhir better physical mental health. Saya tidak tahu, saya pernah membaca berita bahwa orang yang sudah menikah itu harapan hidupnya bisa menambah 4 tahun entah hitunganya darimana. Jadi mungkin semakin sehat semakin apa apanya tertata, mengurangi stress banyak jadi better physical and mental health,” kata dia.

Ia mengimbau kepada setiap umat muslim di belahan dunia manapun untuk tak perlu ragu ketika akan menjalani fase kehidupan yang lebih tinggi, yakni dengan menikah.
Enam manfaat tersebut pasti akan diberikan Sang Pencipta kepada manusia yang berani menikah.

“Makanya manfaatya banyak, menikahlah yang sudah cukup umur, memenuhi syarat, apalagi ada pasangannya, ya nomer satu kan itu,” katanya.

Share on facebook
Share on twitter
Share on whatsapp
Share on telegram
Share on linkedin

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

IKUTI KAMI

%d blogger menyukai ini: